Generasi pertama.
-Terbuat dari silikon, dinilai paling efisien untuk rumahan (80% used).
-Umumnya lebih tahan lama dan efisien namun beresiko kehilangan efisiensi pada suhu lebih tinggi.
1) Sel silikon monokristalin
teknologi tertua terbuat dari wafer silikon tipis, ditata kotak-kotak. efiesiensinya hingga 24,2%. berguna bila area terbatas. karena tumbuh dari silikon murni makan harga produksi paling mahal. kehilangan efisiensi karena suhu meningkat sekitar 25C (perlu diedarkan udara)
2) sel polikristalin
lebih murah dari wafer silikon. efisiensi hingga 19,3%
3) sel silikon amorf
aplikasi: sel surya kalkulator. efisiensi hingga 10%. tidak cocok untuk pemasangan atap. karena fleksibilitasnya, ini dijadikan pilihan.
4) sel silikon hybrid
Generasi kedua.
-disebut sel surya film tipis
-kombinasi penggunaan bahan lebih sedikit dan proses manufaktur dgn biaya rendah
-silikon amorf, cadmium telluride (CdTe), tembaha indium gallium diselinide (CIGS).
-CIGS memiliki efisiensi 20% di laboratorium
Generasi ketiga.
-menggunakan bahan organik seperti molekul kecil atau polimer.
-mencakup sel surya multi-junction berperforma tinggi yang mahal.
-sel surya perovskite, efisiensi rekan 20% pada daerah yang sangat kecil
Author (10/04/2018)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar